Showing posts with label "My nerves are red. Show all posts
Showing posts with label "My nerves are red. Show all posts

Friday, December 16, 2011

Wish List

Date: Friday @ Office during lunch hour,
Location: In front of my PC with a glass of plain water and some cookies to nibble
(Pagi td dah makan laksa semangkuk)
Subject matter: Wow saya sgt gerun melihat rakan seangkatan saya punya bicara.

Lately, I’ve been in constant contact with my unimates. Yelah since dah pakai smartphone ni senang pulak nak berwhatsapp je kerjanya. Ok so when you are in constant contact with them ( like every once in few hours) byklah cerita yang dulunya tak cerita ( sbb dulu bercakap 2 -3 kali setahun) tercerita di screen masing-masing.

Takde apa pun cuma pelik masing-masing cerita hal kehidupan masing-masing tapi dalam berkongsi tu mesti ada part material. Honestly saya tak selesa lah. I’ve never known them for that. So now when we are all grown up masing-masing dah jadi isteri org, ibu org and masing-masing dah berkerja atau berkerjaya, ayat-ayat material keep comings. Seriously saya tak selesa. I’m trying to adjust to this new way of small talk but I ‘m not happy with it. Sikit-sikit tu boleh la but I appreciate if people don’t ask so much or state so much about my material life nor talk so much about their material life, Coz when they do that, they will start comparing them and you and others in the circle which I feel there is no need to do that.

I know money is important but please money is not the measurement of success in my eyes. Kalau ia pun kamu atau kamu dan kamu berjaya dalam kerjaya masing-masing, ia saya tumpang gembira untuk kejayaan kamu itu. Tapi kalau pun kamu hanya berjaya tak melangit mana, kamu tetap kawan saya dan ia tidak memberi impak atau kesan dalam persahabatan kita. Kamu berjaya mengikut ukuran kamu sendiri, begitu juga saya.


Material things like car, house, take home income, handbags, shoes, watch and etc is all in the surface, I pity you if you feel this is the only measurement in life, although we work hard to achieve certain way of standard, material is still only in the surface. They are more to our life that just that.


(WISH LIST A ) Anak seorang Alhafiz, Suami sentiasa tersenyum melihat isteri, Masakan dan air tangan isteri yang tak terbanding lazatnya, Solat jemaah dalam keluarga, rumah tangga yg rukun dan damai, tidur yang lena dan tenang, tubuh badan yang sihat, bersedekah walau dalam tangan duit tak pernah cukup, and the list goes on and on.


(WISH LIST B) Prada Handbag, Jimmy Choo Shoes, 100 K gold Bracelet, Europe Tour, Aston Martin car and as usual the list will continue selagi kita masih bernyawa.


So A or B? Terpulang la masing-masing. Hidup kita, kita tentukan jalan yang diambil. Tapi kalau tanya saya, dua dua pun mahu..hehe ;)


Ada masa-masa dalam hidup kita tersesal melakukan byk perkara, tp yang terkesal jangan terus diratapi. Kita hidup bukan untuk kisah semalam, tapi untuk hari ini dan perjalanan esok yang mungkin lebih mencabar.


So dear friends I hope now you understand why there are certain question or statement I leave it blank without any answer or remark. I do not want to be your competitor in life, If you are happy with yours, I am also happy with mine. There are times when I might seek for your help and advise, I hope when the times come you will lend me your helping hands ;)

Sunday, May 08, 2011

Me Recently

My life has been upside down, between changing diapers, keeping the house in one piece, constant crying and needy baby, smelly fury cat with his fur all over the wind blow, wifey role, trying to look like a yummy mummy ( dis skin problem is not helping at all and not to mention the extra pounds of unneeded flash).Oh yeah recently I've been doin quite sum justice to the oven by baking some desserts and cakes. I'm proud of it really..hehe.

More to the list is business at home yeah, name it! I've activated my entrepeneur MODE.

I'm struggling to do everything at one go. Gosh I'm really tired, really really tired...but with this new role I'm playin...I've decided to play it HARD...No REGRETS and NO TURNING BACK! C'mon life, Bring it ON.

P/S : Selamat Hari IBU to myself...I hope I deserve it :) Shahzor Zia Ibu Love You!

Wednesday, November 10, 2010

Emosi Nya Aku

Emosional ke aku? Satu persoalan yang aku selalu juga tanya pada diri ini. Rasanya aku mmg seorang yg beremosi..sebab? Sebab aku suka nangis bila tersentuh dengan sesuatu yang buat aku terasa ( tp airmata ini x la jatuh berderai depan org), I cry when no one is seeing...malu agaknya. Tp depan Cinta Hati, air mata ni laju je nak jatuh..tgk iklan pun boleh nangis...mungkin depan Cinta Hati, aku menjadi siapa sebenarnya aku...takde selindung2..mungkin itu sbb terlebih emosi bila bersama dia.
Sbb lagi...sbb aku cepat meradang, marah dan mengamuk...bagai singa hilang anak kalau aku sudah naik berang. Cakap ikut hati tanpa berfikir or beralas2...janji hati puas..boleh juga aku buat sesuatu yang memberhayakan diri? contoh : aku lari tanpa tujuan?? Kesan kemudian, belakang kira..tp nnt aku menyesal..menyesal tak terhingga..especially when u said sumthing that u never meant it, and hurt the one u care n love...nnt aku nangis lagi atas dasar sesal. Nnt aku mintak maaf untuk yang keberapa kali..lupa aku kira.
Sbb lain..aku tak sanggup buat org menderita..seburuk2 diri ini, aku x pasti kalau2 aku yakin hancurkan kehidupan dan hati org la, aku suka letak diri aku ditempat org itu...empathy feeling aku sgt kuat..empathy and emotional ader kena mengena ke? sbb itu aku cukup menyampah dengan org yang suka sgt menyusahkan kan org lain. Tak boleh tahanlah dengan org yg macam ini.

Sbb lain lagi, sumtimes i love being in the past, hidup dlm kenangan..sbb kenangan itu cukup indah, bila kembali pada kenangan aku senyum tp kadang air mata keluar jugak. Bukan mengenang barang yang hilang, tapi kenangan2 bermakna setiap hari yang lepas buat aku sedar hidup ini terlalu singkat dan terlalu cepat untuk kita biar macam itu aje. Jadi, aku pun tak suka rutin sbb rutin ini sama saja..takde pembaharuan..semua retorik. Haishh, I have to do sumthing about wat I'm complaining now. Takpe itu cerita lain.
Emosi jugak aku ini sbb selalu berpihak hanya pada satu pihak, cepat buat judgement without listening to both especially dengan org yang aku kenal rapat dan baik. Habis yg satu pihak lagi tu terus aku bina tembok...tak baik macam tu, salah macam tu, aku tahu tapi susah sikit nak ubah..maka itulah emotional x bertempat, susah jadi pengadil aku ni.
Cukupla, byk sgt nnt lain pulak yang tertulis - ringkas bicara, aku kenal diri aku...luar dlm semua aku tahu..aku byk kelemahan, tp aku pun tahu dlm lemah itu ada kebaikan yang boleh digilap..setiap hari kita cuba berubah, dlm acuan dan bentuk yang pelbagai..kita usaha, kita istiqamah..kita jgn lupa Tuhan.

Sunday, October 24, 2010

Child of Mine

Technically what happen last evening was not entirely my fault, but I guess I dun mind taking all the blames…If really something happen to this child of mine, I would never ever forgive myself, so I guess that’s make I’m entirely at fault.

What hit me the most was the feeling of being overly worried over the safety of this unborn child, for the first time my motherly instinct or feeling has swept everything inside me. Perhaps this is the feeling that will be felt by all mothers whenever danger is threatening their child. A feeling that makes you want to cry out loud, cursing your every action and all unreasonable acts you wish you could do just to make sure everything is ok. Weird I was allowing myself to cry (because of the pain definitely) but all the unreasonable act was locked inside of me like a proper grown woman supposed to act. But my heart and my thinking was chanting Allah SWT name and Prophet Muhammad (PBUH) name without stopping, praying all my heart can that this child inside me is keep to safety all the time. How I pray let me feel all the pain but not him…I realized at that moment how I love this child so much that I’m willing to do everything to make sure he’s in good condition.

Dear God, please protect this child of mine from every danger and threat that may encounter him. Please destined him good life in this worldly world and the hereafter. Prolonged his life for the purpose of good deeds and end his life with a significant good ending, for he’s my child in this world and hereafter. Amin.

Tuesday, April 06, 2010

Letihnya Menjadi Aku - Final Part

Isteri. Aku seorang isteri kepada seorang suami yang cukup baik dan sempurna di mata aku. Aku ingin menjadi yang terbaik untuk dia. Walau aku tahu aku jauh dari sempurna, tapi rasa kasih yang tiada bertepi ini hanya ada untuk dia maka aku sentiasa berusaha kearah itu. Untuk itu tugas ku dirumah bermula bila salam dilafazkan, pintu dikuak dan beg diletakkan.

Aku buru-buru ke dapur memastikan makanan si comel masih ada, ke dapur juga membersihkan apa yang patut, menyapu dan mengelap apa yang patut, ke depan serambi menyiram pokok yang kadang-kadang masih nampak layu itu, ke atas untuk mandi dan bersolat asar, turun semula untuk membasuh baju, naik semula mengangkat jemuran, melipat dan menyusun pakaian. Ke dapur semula untuk menyediakan makanan, walaupun ringkas dapur ku tetap berasap (walau kadang hanya wap dari air panas) , ke atas semula untuk menyidai baju, sambil mengosok baju mata ini melayan TV peneman setia. Nanti solat semula dan membaca ayat-ayat suci penenang jiwa, berzikir memuji Allah dan berharap Tuhan memberikan aku kesabaran dalam menempuh apa jua dugaan ku di dunia ini, aku tahu aku insan tak sempurna, mudah marah , mudah melawan, mudah hilang sabar tapi aku tahu aku seorang yang istiqamah / consistent kalau tidak tak mungkin aku siapa aku yang Allah jadikan. Untuk itu aku berterima kasih padaMu Ya Allah. Bimbinglah aku, ujilah aku, tapi jangan Kau pesongkan hati ku ini yang selalu mengharap keredhaan Mu.

Puas. Aku puas dengan apa yang ada, Cuma dalam puas aku jadi letih untuk mengekalkan apa yang ada untuk terus ada.

Pulang. Kepulangan dia sentiasa aku nantikan, tak pernah jemu menunggu walau seketika terlena dalam penantian. Tapi bila dia pulang, rumah seperti berjaga kembali, walau hanya dia yang pulang aku rasa seperti ramai yang datang, kerana dalam dunia kecilku ini hanya ada dia, dia ku sambut dengan salam, senyuman, pelukan dan ciuman. Hari ku terasa seperti bermula kembali tapi aneh aku tidak letih.
Rutin kami makan, minum , berbual dan jika masih belum aku bersolat, kami bersolat sama, terus nanti kami menonton TV sambil menghirup kopi O panas, dalam genggaman tangan kami, aku dan dia seakan faham, pendeknya masa kami bersama. Kami akur dengan keajaiban malam yang merembeskan rasa mengantuk, maka ke kamar kami beradu untuk mengumpul sedikit kekuatan sebelum bermulanya hari esok.

Aku letih dengan rutin ini, aku letih dengan diriku yang terus menerus hidup dalam rutin ini, tapi aku tak pernah marah, aku tahu ini ketentuan hidupku, aku yang akan merubah dan mengubah coraknya, cuma dalam usia yang semakin matang ini, aku berharap letih ku ini semakin bermakna, biar terkesan bila merasa. Bukan alah bisa tegal biasa. Sekejap sekejap aku letih menjadi aku. Mahukah kamu menjadi aku?

Teman baikku ini akan berpergian buat seketika, kerana tugas kami berpisah. Rutin ku pasti tercalar, rutinku akan berubah sementara, aku pasti merindui rutin letih ku ini, kerana dalam rutin hidupku yang letih ini ada dia teman sejati ku. Semoga dia dilindungi hendaknya, dipanjangkan usia, dimurahkan rezeki, dimantapkan iman agar berjaya dunia dan akhirat.

Kami berdua tidak sempurna, masih terpalit dengan dosa, tapi kami saling melengkapi mungkin tak sehebat dugaan cinta Adam dan Hawa, Laila dan Majnun atau Romeo dan Juliet, tapi kata dia cukuplah jika yang biasa-biasa sahaja, asal tiada dugaan berbisa. Cukup dengan dunia kecil kami, cukup dengan senyuman kasih, cukup dengan doa yang ikhlas. Dia aku yang punya dan begitu juga sebaliknya. Tuhan ampuni kami, peliharalah kasih kami ke akhir hayat kami.

Letihnya Menjadi Aku - Part III

Pulang. Tepat jam 5.00 petang, aku tak pernah berlengah, walau seminit aku takkan pernah berlengah, atau berpura-pura sibuk dengan tugasan yang banyak, yang pastinya aku menunjuk resah jika aku tak dapat beredar dari sini tepat pada waktu yang aku telah tetapkan. Fokus ku hanya satu - aku ingin pulang. Pulang ke tempat tinggal ku yang tak pernah puas dengannya. Aku harus pulang.

Perjalanan pulang lebih tenang dari perjalanan pergi, arus kesesakan kurang dari awal pagi, mungkin sebab masih ramai yang sibuk dipejabat ( bukan aku, aku bukan jenis itu, mungkin dulu aku pun sejenis tapi kini aku sudah berubah spesis, aku lebih senang dengan spesis sekarang) atau sebab tidak perlu mengetik waktu bila tiba di pintu rumah, atau mungkin sebab aku tak perlu beraksi Michael Schumacher dlm perjalanan pulang.

Tiba. Tiba di rumah, kucing ku yang comel menjadi penyambut setia, tiada seorang manusia pun yang akan menyambut aku tapi seekor haiwan yang aku rasa dia rasa dirinya manusia. Pelik? Memang pelik tapi percaya lah Si comel ku selalu menjadi seperti manusia di pandangan mataku. Adakalanya dia menjadi seperti seekor anjing tapi selebihnya dia selalu seperti manusia. Selain Si comel aku tidak punya penyambut lain ( yang aku nampak, yg tak nampak aku tak berani komen), tiada anak untuk menghibur kan lara, kadang memikirkan tentang tiada anak juga membuatkan aku letih. Letih dalam yang makin berdarah, tapi hidup kena pasrah, jadi dalam pasrah aku tetap menanggung resah, membuat jiwa semakin gundah dan luarannya aku menjadi cukup letih.

Sunyi. Tahukah kalian, aku datang dari keluarga nukleus yang sederhana besar, tapi keluarga sekunder yang cukup besar, kepulangan ku dari sekolah satu ketika dahulu disambut riuh dengan suara adik-adik seibu sebapa ku, adik-adik saudara ku, makcik, pakcik dan nenekku. Rumah nenek tak pernah sunyi. Kami juga punya burung dan kucing yang berpasang-pasangan, jadi bila dewasa, sudah berhijrah mengikut suami, aku jadi sunyi bila pulang tiada yang menyambut. Bertukar sedih jika pulang tak nampak matahari, rumah yang gelap semakin sunyi, sedih bila perlu memetik suis lampu untuk menampakkan cahaya. Tapi apa guna hidup dalam kenangan, yang pasti ini realiti yang perlu aku hadapi setiap hari.Aku sudah terbiasa begini.Terbiasa tidak lagi memakan diri. Terfikir juga jika ramai di rumah ku sekarang, aku mungkin semakin letih. Letih merancang itu dan ini, letih menguruskan itu dan ini. Aku kan begitu, suka merancang segala perancangan. Ah, tak mengapalah Allah tahulah apa yang terbaik untuk ku. Bukankah itu pinta ku padaNya saban hari.”Takdirkan yang terbaik untukku disisimu Ya Allah”.


Rumah. Ini rumah kami, tempat kami melepas lelah, tempat kami beribadat dan rehat, tempat kami bermadu kasih, tempat kami bergaduh-baik , tempat kami merajuk-pujuk, tempat kami menjauh rasa, tempat kami berkongsi semua. Jadi, rumah ini ku jaga rapi, bila berubah dari rapi, aku letih melihatnya, bila aku mengemas rapi aku tetap letih melaksanakannya. Jadi harus bagaimana aku ini, rapi dan letih harus seiring, itu kesimpulan ku.

To be continued.

Sunday, April 04, 2010

Letihnya Menjadi Aku - Part II

Pandu. Aku memandu mengikut keadaan, kadang laju melebihi had, kadang pelan merangkak-rangkak dalam sesaknya arus perjalanan. Letih. Kaki memang letih menekan pedal minyak ataupun brek, tangan letih memutarkan stering, mata letih mencari peluang, namun telinga terhibur mendengar coleteh dj2 radio yang sentiasa meneman dalam sunyi perjalanan letih ku itu. Aku bukan pemandu cuai, tapi tersasar sedikit dari berhemah. Cuma doaku sepanjang perjalanan moga aku sampai dengan selamat ditempat yang dituju agar hati suamiku tidak resah dengan berita musibah.

Tiba. Ketibaan ku tak pernah disebut hebat seperti ketibaan para menteri atau orang-orang kenamaan yang terkemuka. Aku insan biasa yg tak pernah dipandang khas oleh sesiapa pun, maka ketibaan ku biasanya memenatkan kan kerana perlu berusaha pula mencari tempat parkir yang tersedia merata tapi sentiasa penuh itu, kadang didalam hati selalu mempersoalkan aku yang lambat atau mereka yang lain terlalu cepat..arh atau mungkin mereka ini tidak pernah pulang agaknya. Tapi inilah rutin aku seharian pagi, bermula dengan letih yang akhirnya beransur hilang setibanya aku duduk selesa di kerusi pejabat dan melaporkan ketibaan ku dengan selamat sebagai berita kepada teman yang dirumah. Iya aku tidak pernah lupa menelefon suamiku, walau lewat sekalipun aku tetap mendail dia. Gundah aku jika tidak mendengar suaranya dicorong telinga.

Pejabat. Hari-hari di pejabat pun tidak pernah menentunya. Kadang seharian aku diluar menjalankan audit, pemantauan terhemah bagaimana membelanjakan wang kerajaan @ wang rakyat layaknya. Aku seorang auditor , mata-mata kepada pihak berkuasa, memastikan tiada penyelewangan, tiada penipuan dalam perbelajaan wang kerajaan ( walau ramai seperti aku, namun manusia tetap manusia, kalau sudah jahat didalam hati, sekat macam mana pun penipuan berlaku, sistem canggih berjuta pun boleh dibolos sekelip mata) , aku juga seorang penasihat, mendengar masalah-masalah pengadu dari semua pusat tanggungjawabku, letih ditelinga tak perlu dijaja, yang penting aduan rakyat di selenggara segera, aku juga orang bawahan pada pegawai atasan ku, sempurna kerja senyumlah dia, kurang lebih masam la muka, aku juga pegawai atasan pada orang yg pangkatnya kecil sedikit dari ku, adat sistem piramid makin memberat di bawah. Rasanya tak perlu dicerita apa layaknya aku dimata pegawai-pegawai kecilku, tepuk dada tanyalah selera. Yang penting aku tak pernah marah-marah pada mereka, tegas aku bertempat. Setakat ini aku rasa mereka senang dengan cara ku, cuma aku pula kadang rasa tak senang dengan cara mereka tapi aku tak ambil hati. Biarlah mereka masih muda, aku pun pernah melalui usia mereka, tujuan hidup belum terarah. Tapi bagaimana pula dengan pegawai ku yang jauh lebih berusia dari ku, yang umur sebaya umur mamaku, salah bicara mudah terasa jadi mengalah lah dalam tegas. Peraturan jadi panduan tapi bukan semestinya pegangan.

Disini pejabat aku berbakti, pada Bangsa, Agama dan Negara, sambil mencari sumber rezeki, rezeki yang halal untuk aku nikmati semoga menjadi darah daging yang diredhai.

To be continued.

Thursday, April 01, 2010

Letihnya Menjadi Aku - Part I

Letihnya menjadi aku, atau mungkin lebih letih menjadi kamu dan mungkin lebih lagi letih menjadi dia.

Tapi ini perjalananku, ini jurnalku, jadi mahu atau tidak, dalam keadaan sekarang , aku lebih selesa dengan frasa “letihnya menjadi aku”. Buat seketika aku memberi peluang kepada diriku sendiri untuk tidak memandang ke bawah ataupun ke atas, tapi stagnant sebentar di baris ini.

Aku bangun pagi sama seperti org lain iaitu kurang lewat dalam jam 6 pagi (aku selalu kunci jam awal dari waktu sebenar, dengan bermacam-macam niat baik tapi selalunya aku gagal melaksanakan niat-niat ku itu, semoga aku beroleh kebaikan diatas niat-niat ku yang baik itu walau jarang sekali terlaksana. Amin) Walau jam berdenyut kencang, kaki, mata, tangan dan badan rasa cukup berat untuk memulakan hari baru. Rasanya baru sebentar tadi aku terlelap, mimpi pun tak sampai ke penghujungnya, sedar-sedar jam sudah menjerit pekik. Teman ku disebelah masih lena diatas bantal tidurku (Ya bantal tidurku yg selalu bertukar tempat menjadi miliknya bila malam menjelang). Namun ku gagahkan diri..bangun! Aku harus bingkas bangun jika tidak mahu menjadi mangsa dlm kesesakan lalu lintas yang tak pernah hilang itu. Sempat berpaling sebelah mengucup pipi teman yang sedang lena tidur itu, suka aku melihat dia begitu, dia kelihatan cukup tenang dalam lena panjangnya itu.

Mandi , bersolat , berpakaian dan bersiap sesedap mata memandang sambil mulut bersuara lembut mengerakkan teman yang masih lagi nyenyak tidur di atas katil. “Bangun sayang, bangun solat, Matahari dah nak cerah tu, dah nak dekat kul 7 dah tu.” Sengaja aku cakap begitu tu walhal lambat lagi ke jam 7, itu ungkapan biasa yang selalu aku dendangkan buat teman tersayang. Rasanya sudah lebih 4 tahun itulah ungkapan azimat yang selalu membuatkannya bangun berjalan terus menuju bilik air, berwuduk dan bersolat. Langsung terus menukar kain pelekatnya itu ke seluar yang lebih sempurna, merapikan rambut yang sudah tentunya kusut masai dalam lenanya yang panjang itu. Termaktub perjanjian rasmi yang tak pernah dibicarakan, dia punya tanggungjawab untuk mengiring aku ke kereta. ( ITU JADUAL RUTIN KAMI SEPASANG SUAMI ISTERI BAGI TIAP-TIAP HARI BERKERJA) Setakat ini dia tidak pernah merungut apalagi marah-marah tentang tanggungjawabnya itu. Dia buat dengan rela, dengan ikhlas yang mana setiap kali terkenang , merutun hati ini dengan rasa kasih tiap kali mengingatkan pengorbanannya setiap pagi.Bukan aku tak pernah menolak, tapi ralat rasanya jika bukan dia yang menemani aku, dia juga tak pernah membenar aku berjalan dalam seorang, mungkin itu agaknya “quality time yang singkat buat kami”.
(Untuk pengetahuan, rumah kami berkonsepkan kondo tinggi di tingkat yang tinggi, yg mana kenderaan diparkir jauh dari kediaman, tidak ramai para suami yang akan berbuat demikian untuk isteri apatah lagi diawal pagi bila mana tiada keperluan untuk mereka melakukan demikian, mungkin ada tapi tetap tidak konsisten, maaf aku mungkin berbunyi prejudis tapi ingat ini jurnal aku, jadi aku berhak menulis apa saja.) Tulisan ku ini umpama satu penghargaan buat teman ku seorang suami yang jarang sekali aku ucapkan terima kasih di atas perbuatannya itu.

Pagi ku disulami dengan bual-bual kosong antara aku dan temanku, sambil berjalan beriringan ke kereta. Di dalam lif kami bertukar cerita tentang apa jadual kami dihari ini, bergurau senda selagi yang boleh, sebutan akan merindu kerap kali diutarakan walau berpisah kurang dari 24 jam dalam sehari. Adakalanya perjalanan menuruni lif ditemani dengan kanak-kanak yang akan ke sekolah (muka masing-masing yang masih mengantuk), orang lain yang sama tujuannya seperti aku, para ibubapa yang sibuk berkejaran menghantar anak ke rumah asuhan dan pelbagai lagi insan yang entah apa tujuannya aku pun tidak pasti. Salam dihulurkan, ciuman kasih dibalas. Itu rutin halal seorang suami buat isteri, tanda meredhai dengan pemergian ku dan tujuanku. Maka pergilah suami dengan urusan hidupnya dan aku dengan urusan hidupku. Masing-masing punya tuntutan dengan diri sendiri, dengan insan lain dan dengan alam. Bertebarlah kamu diatas muka bumi Allah yg Maha Luas ini.

To Be Continued

Tuesday, November 10, 2009

It's not always rainbow n butterflies...

I've not been here for quite sumtimes, I'm around but I dun feel like writing in here..but today..I guess I miss my spot here and here I am "bagai sirih pulang ke gagang"...
The only topic I'm gud talking at is always about life, and today is not an exception..life has been stable, I am doing ok and yes I'm fine...work related, interest related....many other things related, I am fine...I guess fine is good.
Soul? My soul has been quite clueless about what life will offer for the next month or year to come..but sumhow deep inside I know coming end Dec 09, life will be pretty busy n hectic..full of life, full of commitment, full of ideas, full of anticipation and excitement, full of it that I'm bit scared to face it. Next year will be a very hectic year for me, CH will soon venture into sumthing that is expected to offer him the passion of a long life career. I'm happy and glad for him, always praying that its the best for him and us..Ameen...
Line...this word just keep on lingering in my thoughts...I can't figure it out completely but have an idea of what line will soon be..it will be part of me, part of my life and my soul. In fact, it has always been. Yes, line.......you see I'm not an easily intepreted person..as simple as you can see is actually the complicated part of me. You dun have to love or care for me, cause I know if I love and care for you its gonna be more than enough to coat for us both. Too much love and care will get you intoxicated..haha!
Pain, ...it has not really gone, when the wheather is bad, this pain will slowly creep back to hurt every angle it cud, damn! But that's okay, I'm prepared for it, I'm used to it.
Thankfulness and Gratefulness : I'm still very much alive, able to contribute back to my family and society, able to perform supplication in a sane state of mind, healthy appetite, glowing skin, enjoying every single penny in a meaningful way, people still laugh around me etc n etc...wat more cud I asked?
Dear God, please forgive me for all the sins I've made...I've try to be a better person each day, and if I succeed is all becoz of you but if I fail, it's myself to be blamed.

Tuesday, June 23, 2009

My Career Shift...Big ???

I dream to do something more with my life and the right brain of mind have been pushing me into getting hers rights, so much that lately I've been very emotional with almost every aspect of my life.
I've got to channel my creativity and interest to do something that makes me happy and at the same time would be able to contribute income to support my daily needs.
All though trained in accounting by background I yield more in life, I love's number as it is the most accurate measurement for all achievement that I've achieved so far…Numbers in terms of my education line, my career line, my bank account saving, my age…yup I must admit that I'm a big fan of numbers...numerology yeah dat is so into me or i'm so into dat..erm?
Numbers and creativity do work hand in hand…they do skip together…they share the same journey…lately they cry together ???

Tuesday, June 16, 2009

Unlocked?


I'm sitting in front of my laptop, and again start thinking about what I really want in life...lately I've been meeting and talking to people from my circle that remind me how I used to be...with them I can be my real me...true colors are reveal and shinning even stronger …truth is I love being with them…not that I pretend to be sumone else with others is just that with them...word spoken is truth..half lie always result to truth..care is sincere..advise is for good...I can be outspoken while knowing nobody gets hurt..I can admit my own weakness coz I know they will search my strength...I can laugh and most I can cry letting down my tears without caring who's looking…while talking...I’ve realized how I’ve changed and how my life has changed..And all that I used want to be and has been, seems doesn't really matter anymore...I live for today as if tomorrow is so far ahead (half lie, coz I can get in my monotonous mode on the weekday) ...the only thing that keep my spirits alive every minute of my day is my love towards people that I care most and the thought that they has always been there for me and loving me in each of their own way... plus I've promise CH that I wanna grow old with him...most of my life I let nature work it cause…and I know God has fated the best for me…

Sumthing struck me when they (yeah this circle of people that I’ve meeting asked me when will I leave my job...live my dream as the perfect housewife...I smile and I smile again...yeah words were spoken, reasons were being given, justification and so on and on..yet I cud not answer to myself…when the time is right I guess...very subjective...typical me....

However, I'm glad...that the gate is always open for me to walk through..3 years back the gate was lock and guarded...slowly the guard left...then the lock were unlocked...And now the gate is wide open...just waiting for me to walk through...I will, god willing...but before that I want to ensure I'm emotionally ready to walk through it coz I'm hoping deep inside once I walk in...I want to enjoy every minute in it without any hesitation for turning back...

So let me just hang around a little while...enjoying the view from a far, anticipate what waits for me there...I know there is possibilities that the gate will be locked again...but I'm taking my chance here...after all that’s what life is all about : ) erm...yer ker?

Wednesday, April 15, 2009

God Decide : He Gives and He Takes...

For all the joys and sorrows that I’ve been through for the passed few weeks:-

- God decide best for us, he gives and he takes, we cry as that is part of natural process we let goes our emotions…but that doesn’t mean I’m weak, I know deep inside I’m strong…
- Our relationship grew stronger, not just between CH and me but between me and my parents and between me and my in laws also with close family.
- A friend in need is a friend indeed – the meaning is very broad for me, but I know what I meant and only that matters.
- I become scared but I know I have to overcome this fear, I know that I’ve to be more positive and not think about the past …I know, yes I know only thing is …it’s not that easy as it sounds.
- I believe I have equal chance for it to happen again, Insya-Allah a smooth sailing one.
- Finally an experienced that I’ve always wonders how it felt...
- Dugaan kecil, yg mungkin terjadi untuk mengelakkan Dugaan yg lebih besar...
-I love him more than any word can describe, for all the pain and sorrow does not matter , what matter is his kindness towards me… without equal to all wealth in the world

"Tidak kufahami mengapa terjadi, peristiwa pahit mengguris hati...jalanan hidup ini, sudah tertulis, ku tempuhi dengan kesabaran ku sedar kebesaran mu - Tuhan "

Tuesday, January 27, 2009

Lucky to Have You

Over the weekend...CH was away...he went back to his hometown to lose free himself from the tiring city of KL...due to sum technical issue and obligation, this time around I did not follow...of coz with his blessing I spent my time alone in KL : )

Yet every minute I miss him so much...and when his back...this song sound perfect to my ears and suits the love mood we share : )

p.s : Sayang isteri, tinggal-tinggalkan ; )...bila jauh rindu-rinduan

::LUCKY::
"Do you hear me, Talking to you Across the water across the deep blue ocean Under the open sky, oh my, baby I'm trying Boy I hear you in my dreams I feel your whisper across the sea I keep you with me in my heart You make it easier when life gets hard
Lucky I'm in love with my best friend Lucky to have been where I have been Lucky to be coming home again Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
They don't know how long it takes Waiting for a love like this Every time we say goodbye I wish we had one more kiss I'll wait for you I promise you, I will
Lucky I'm in love with my best friend Lucky to have been where I have been Lucky to be coming home again Lucky we're in love in every way Lucky to have stayed where we have stayed Lucky to be coming home someday
And so I'm sailing through the sea To an island where we'll meet You'll hear the music fill the air I'll put a flower in your hair Though the breezes through trees Move so pretty you're all I see As the world keeps spinning round You hold me right here right now"
:: JASON MRAZ::

Sunday, January 18, 2009

Pain

This pain that I feel, is not going away, no matter how hard I try, it still linger in my heart...for a long time I dun feel it’s comprising ...

This pain is so deep, more deeper than losing someone dear, it hurt so much that each time it comes, it’s even severe than the damage of a broken heart, stronger than the feeling of loser who tried to kill himself...this pain is sumthing that I know is the beginning of an ended relationship...

I’ve been call over emotional, over reacted, like a devil is mentoring me...yet, I wonder........what kind of punishment that I deserve to be treated this way...I’ve given almost all of my time and effort to make it work...somehow it fail...it fail real bad...there won’t be any permanent space to be fixed..I guess it’s me, it’s my fault that it fails...but this kind of fault is something that I do not wish to amend...Time will heal yet I doubt I have a lot time...

No one...I meant it when I say no one understand how I felt...no even the closest person to me aka CH, no one..yes no one..not a single soul in the name of human understand how i feel that makes me react that way.....coz, they are not the one who woke up crying in the middle of the nite, facing sleepless nite with eyes wide awake imagining a life of not being somebody, aching heart each time people ask about it in a cynical way, prayer through prayer and waiting for it to happen, blaming myself for each step that minimise the chances of it’s happening, smiling unwillingly to coat the hurtful remark, comprising time and wealth with each visit with only one hope, finding comfort in my own loneliness with reasons to survive this game of fate, abide to the guilt of the fact that I can’t give CH sumthing that he can be proud of....no matter how long this explanation goes...no one understand...

Yet ...people call me emotional...partly as blaming me, partly as comforting me, partly becoz they do not have a better word to choose...so I guess I am emotional...i dun mind being emotional if emotional is the only way than can erase this pain...but i regret..as being emotional has worsen the situation...what said is said..What done cannot be undone..forgiveness is seek, forgiveness is given..yet this pain will stay..Memories will haunt..and each time this pain return, my heart will break into pieces...and only reasons is keeping me sane...God is Fair, everything happen for a reason...a blessing in disguise....but just let me cry...as it the best remedy for the time being....I hope you understand...even so by the end of your reading..I doubt you will.

Friday, December 19, 2008

Convincing : Truth or Just Thoughts

I’ve problem within myself…A problem that I realized I may need help with it...I am admitting to you people that I’ve problem of convincing myself…

Not that I’m so good at convincing other but sumwhere inside my heart I know I’m able to convince others with my humble knowledge, experience and sometimes with a little bit of over exaggerating…huhu..

Now my concern is I’m having this one part of me who wanted so much of it to happen till to some extend that I’m just convinced that it will not happen...Ever or just yet...to me…

I’m scared inside…at times I need to remind myself that there is nothing wrong with me, things like this happen, perhaps I need to take a break… a long or just a short break…or maybe a total ignorant of everything and let it be…but then a small voice remind me..God detest those who lose hope…No…I dun wanna lose hope not now, not ever...

And I dun want to let fate decide either without much of my effort, hopes and prayer….

Dear God, dun ever leave me in dismay…for I need you more than I ever know…Ameen…

Friday, July 11, 2008

The Sudden Escapade


Sumtimes…No!...I mean most of the time I kinda act spontaneously in life, especially event that dun need much attention and resources…ahaks.

Yesterday was an example of one…

I was super miserable + sick + sad and in the need of sumone who can be by my side at least all day long…

Of coz, who else would voluntarily being the one but my CintaHati…he’s always there for me, by the word always… I mean he’s been there every time I’m down and needed support…Dia Doktor Hatiku…: ))

I wish that everyone in love or couples would be blessed with someone like him…He’s just the best..Opps am I praising him too much…sorry but I was just so touched by his kindness act yesterday…

So in the quest of making her beloved wife smile and being cheerful again, he decided to take a day leave from his busy schedule and take a route of an escape to Genting Highland…

And yes, he brought smile to my dull face...he fills my day…he listen attentively to all my sorrows…he wipe my tears…he provide me comfort and so much more…I feel like singing..lalala

Want more I want from him?…nothing actually...I just hope that he’ll stay this way…till the end of time…Thank You God for allowing him to be part of me…